Teknik Mengoptimalkan Pikiran Sambil Tidur

8 Okt

Teknik Mengoptimalkan Pikiran sambil Tidur
Artikel ini bisa di jadikan referensei saya ambil dari Neuro Linguistic Programming |

Bisa jadi terdengar aneh. Bagaimana mungkin seseorang yang tidur dapat mengoptimalkan kerja pikirannya? Bukankah selama ini yang kita pahami aktivitas (kalau boleh disebut sebagai aktivitas) tidur adalah sarana untuk beristirahat? Kesempatan untuk mengendurkan otot-otot yang tegang, melepaskan semua beban pikiran, dan menikmati keheningan yang nyaman. Itu pun tidak salah. Karena saat tidur gelombang otak melambat sehingga temperatur di sekitar otak menurun dan secara fisik dapat dinikmati sebagai rasa yang ringan dan nyaman.

Di sisi lain, bilamana kita memiliki satu atau beberapa issue (permasalahan) yang harus dianalisa, pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab, persoalan-persoalan yang membutuhkan alternatif pemecahan, atau bahkan adanya peluang yang membutuhkan munculnya gagasan atau ide-ide kreatif, maka kita membutuhkan waktu khusus untuk menganalisa, mencari jawaban-jawaban, mengidentifikasi alternatif-alternatif, serta menggali ide-ide dengan melakukan proses kreatif. Nah, bagaimana kalau beberapa aktivitas khusus yang terakhir ini bisa dilakukan sambil tidur? Bukankah akan membuat tidur kita lebih produktif? Di satu sisi memberi kesempatan fisik kita berisitirahat, di sisi lain beberapa persoalan dapat terpecahkan dan terselesaikan.

Diilhami oleh hasil riset Eric Maisel Ph.D dalam bukunya SLEEP THINKING yang menjelaskan 18 (delapan belas) langkah untuk mencapai Sleeping Mind, artikel ini memperkenalkan penerapan pendekatan NLP (Neuro Linguistic Programming) secara praktis, untuk mencapai Sleeping Mind agar lebih mudah dilakukan dan dapat mencapai hasil yang optimal.

Manfaat Dan Kelebihan Sleeping Mind

Sleeping Mind adalah berfikir (menjalankan fungsi otak secara optimal) sambil tidur (beristirahat secara fisik). Artinya manfaat yang diperoleh adalah sebagaimana lazimnya manfaat yang diperoleh seseorang sebagai hasil dari proses berfikir, seperti pemecahan masalah, memperoleh gagasan-gagasan baru atau menjawab pertanyaan serta persoalan. Karena dilakukan sambil tidur maka manfaat-manfaat tersebut dapat diperoleh tanpa harus menggunakan waktu khusus untuk berfikir atau merenung. Ibarat kata pepatah SAMBIL BERENANG MINUM AIR, sambil beristirahat kita berfikir, fisik yang letih kembali segar, sambil beberapa persoalan juga terselesaikan.

Jika dibandingkan dengan proses intelektual dan proses kreatif seperti biasanya, Sleeping Mind memiliki beberapa kelebihan. Selain efisien dalam hal pemanfaatan waktu, Sleeping Mind juga bersifat original dan genuine. Karena proses yang terjadi pada dasarnya adalah mengambil dan mengolah resource dan informasi yang ada pada diri kita sendiri, yang telah terekam dan ter-file rapi dalam bawah sadar kita. Sehingga hasil pemikiran Sleeping Mind juga bersifat Unique, dalam arti untuk suatu persoalan yang sama, bisa jadi masing-masing orang akan menemukan jawaban yang berbeda-beda, namun cocok dan sesuai dengan masing-masing orang tersebut.

Langkah-Langkah Praktis Sleeping Mind

Pejamkan mata Anda sekarang! Apa yang Ada lihat? HITAM. Sekarang pikirkan suatu benda, apapun benda itu asal konkrit! Sekarang pejamkan mata Anda! Apa yang Anda lihat? Ya, BENDA itu yang terlihat. Mengapa? Karena pikiran Anda sedang bekerja memikirkan benda itu.

Sleeping Mind bekerja pada gelombang otak sekitar gelombang Alpha-Theta, yaitu diantara gelombang Beta (normal, state of awareness) dan Delta. Yang terakhir ini alah kondisi tertidur lelap dan otak kita sudah tidak dapat menerima rangsang atau informasi dari indera kita. Kalangan Hypnotist dan Hypnotherapist menyebut gelombang Alpha-Theta sebagai Hypnosis State atau Suggestible State. Karena itu agar otak dapat bekerja dalam kondisi Sleeping Mind, kita harus mempertahankan gelombang otak agar tetap berada di gelombang Alpha-Theta. Perlahan-lahan kita tinggalkan gelombang Beta, seperti saat biasanya kita mulai tertidur, namun bertahan agar tidak keterusan sampai ke Delta.

Berikut langkah-langkah praktis untuk mencapai Sleeping Mind
PersiapanPaparkan issue atau permasalahan yang ingin kita bahas senyata dan sedetail mungkin dalam selembar kertas. Baca berulang-ulang sampai secara visual kita bisa membacanya tanpa kita melihat kertas itu lagi. Kalau perlu keraskan suara Anda saat sehingga secara auditori telinga kita bisa mendengarnya meskipun pada saat kita sudah tidak membacanya lagi. Biarkan kertas dan alat tulis tetap berada di dekat tempat tidur karena akan digunakan untuk sesegera mungkin mencatat output dari Sleeping Mind.
Memulai
Lakukan Relaksasi. Nyamankan diri Anda secara fisik. Gunakan pakaian yang longgar. Lemaskan otot-otot yang tegang dan kendurkan bagian-bagian tubuh yang terasa kaku. Lalu pejamkan mata dan rasakan kenyamanan di seluruh tubuh sampai kendur dan ringan. Lakukan Affirmasi “Aku lakukan Sleeping Mind. Badanku tidur dengan nyaman. Pikiranku berfungsi optimal untuk menemukan jawaban atas persoalan ….. (sebutkan issue yang akan Anda pikirkan).
Perlahan-lahan munculkan secara visual (sambil tetap memejamkan mata) gambaran issue yang telah Anda tuliskan di selembar kertas tadi. Visualkan senyata mungkin tulisan-tulisan Anda di depan mata Anda. Jika tadi Anda membacanya dengan suara keras, dengarkan kembali di telinga Anda suara ketika Anda membacanya tadi.
Memproses
Perlahan-lahan rasakan tubuh Anda semakin ringan dan visualisasi Anda mulai mengabur (tidak se”vivid” ketika Anda mulai melakukan visualisasi). Rasakan bahwa Anda mulai tidak bisa menggerakkan anggota badan Anda, seperti menggeser kaki, menggerakkan leher atau memindahkan tangan. Tapi Anda masih tetap mendengar suara yang masuk ke telinga Anda. Jaga agar Anda tetap bisa menangkap suara dari luar meskipun Anda sudah tidak dapat bereaksi lagi terhadap rangsang tersebut. Saat ini Anda sudah mulai masuk ke Sleeping Mind.
Memetik Hasil
Perlahan-lahan Anda akan mulai memperoleh hasil dari Sleeping Mind. Visual Anda akan menangkap gambar atau tulisan-tulisan lain yang merupakan jawaban dari persoalan-persoalan yang tadi Anda ajukan. Telinga Anda akan mulai mendengar suara yang merupakan gagasan-gagasan baru atas rencana-rencana Anda. Anda merasakan ada keinginan-keinginan untuk melakukan aktivitas yang merupakan langkah-langkah konkrit untuk meyelesaikan permasalahan Anda.

Jika Anda tiba-tiba terjaga dari tidur dan kontak dengan realita, sesegera mungkin catat apa yang terakhir Anda lihat, dengar atau rasakan sebagai hasil dari Sleeping Mind Anda. Karena ini berasal dari Unconscious, jika Anda tidak segera mencatatnya, bisa jadi Anda akan segera kehilangan. Cara lain untuk segera me-record hasil Sleeping Mind Anda adalah dengan menyiapkan alat perekam seperti Ipod atau Tape Recorder.

Proses ini bisa dilanjutkan kembali bilamana kita kembali melanjutkan tidur kita. Baik untuk issue yang sama maupun issue yang lain. Pada saat-saat awal kita melatih Sleeping Mind, bisa jadi saat bangun tidur tubuh kita merasa kurang nyaman. Mungkin terasa pegal, berat atau seperti gejala kurang tidur lainnya. Hal ini normal dan manusiawi karena tubuh kita membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan sesuatu yang terjadi di luar kebiasaan sehari-hari. Dengan latihan yang teratur dan berulang-ulang, seluruh tubuh kita akan berdamai dengan kebiasaan baru kita (parts integration), dan lama-kelamaan ikut menikmatinya pula.

Kalau boleh mengambil referensi, ada seorang tokoh nasional (bahkan internasional) bangsa kita yang piawai menjalankan Sleeping Mind ini. Entah dipelajari atau bakat bawaan, beliau (yang pernah menjadi Presiden RI ini) justru lebih cerdas dan produktif dalam berfikir dalam kondisi ini dibanding dalam kondisi terjaga. Hal ini dikemukakan oleh seorang rekan yang pernah menjadi orang dekat beliau karena pernah menjadi Staf Ahli Ibu Negara dan Anggota Tim Media dan

Komunikasi Juru Bicara Kepresidenan.
Apa salahnya kita menggunakan teknik yang sama untuk memperolah hasil yang terbaik dalam hidup kita. Jika kita sudah punya intelekualitas kita yang biasa kita gunakan dalama keadaan sadar sebagai suatu senjata, maka kini saatnya kita gunakan senjata lain yang belum kita manfaatkan secara optimal, yaitu menggunakan kecerdasan intelektual kita dalam keadaan tidur yaitu dengan menggunakan teknik Sleeping Mind. Bukankah memiliki dan menggunakan 2 senjata lebih baik ketimbang hanya mengandalkan 1 senjata? Selamat mengoptimalkan pikiran sambil menikmati tidur!
(Abdul Aziez, 2007)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: