Aura Kasihmu

25 Des

Kamu…

Begitu cantik.. di dalam maupun di luar…

Pancarkan aura kasih yang teramat kuat..

Menerpa dinding dinding jiwaku…

Hingga bergetar laksana tersaput bahtera…

jiwakupun terhanyut dalam mabuk anggur  cintamu…

Samar bayang bayang kisah berdua terpaut…

Goreskan kalam cinta di altar  pujaan…

Samar samar kisah itu pun memudar …

Bergerak dalam kecepatan yang tak pernah terbayangkan…

dan akhirnya kesadaran jiwa menghalau … Entah kemana…

Bidadari kecil  … kembali dalam kesunyian

4 Tanggapan to “Aura Kasihmu”

  1. awa 25 Desember 2008 pada 7:52 pm #

    tiada kata yang pantas dihaturkan selain matur sembah nuwun untuk semua kata2 yang tlah terbaca olehku…

  2. kangoyot 26 Desember 2008 pada 12:48 am #

    Terima kasih pula atas coment nya di kolom ini

  3. lazuardi 3 Januari 2009 pada 3:38 pm #

    relatif sangat bagus; tapi coba pak aji buat metafor (gaya bahasa) yang membumi, karena pak aji masih sedikit memakai metafor yang dipake oleh gibran; seperti “mabuk anggur” dan “altar pujaan”, pak aji coba saja memilih kata yang bersahabat dengan diri pak aji sendiri or diri kita.

    kayaknya begitu

    tetap semangat,…

    èl

  4. kangoyot 3 Januari 2009 pada 4:11 pm #

    OK… masih semangat ber metafor nih😉
    akan saya coba untuk mencari pemaknaan pemaknaan yang sesuai dengan ke diri an saya yang berarti juga membumi di bawah pijakan kaki jiwa jiwa pengembara ini.

    cao…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: