Cara Mengoptimalkan SDM Perusahaan Anda

25 Des

Siapapun tahu, bahwa SDM adalah aset yang paling penting dalam dunia usaha. Banyak usaha yang akhirnya bangkrut karena salah urus atau berada di tangan SDM yang tidak kompeten.Sebaliknya, banyak juga usaha yang di awalnya termasuk usaha mikro, tapi karena ditangan SDM yang luar biasa justru menjadi besar dan menggurita.
Oleh karena itu, kesadaran itu menjadi perbincangan di kalangan pelaku dunia usaha akhir-akhir ini. Dalam perkembangannya, para pelaku usaha mulai menyadari pentingnya perkembangan SDM. Banyak cara yang dilakukan, ada yang rutin menugaskan SDM ikut seminar, ada juga yang rutin melakukan workshop dll.
Lebih penting dari itu adalah kepemimpinan dari pelaku usaha itu sendiri, dimana dengan kepemimpinan tersebut ia membentuk budaya dalam organisasi usaha yang dikembangkannya.
Elemen paling penting dari kepemimpinan adalah kemampuan menyatakan dengan jelas misi dan tujuan organisasi, sehingga orang yang dipimpin mengerti dan tergugah untuk bergerak ke arah itu. Inilah resep kepemimpinan ala William P. Lauder, 48, cucu pendiri raksasa industri kosmetika Estee Lauder.

William, setelah 20 tahun mengabdi di perusahaan itu, sejak 1 Juli 2004 menduduki posisi President dan CEO Estee Lauder Companies Inc. Joseph Lauder dan Estee Lauder (kakek-nenek William) memulai bisnis pada 1946 dengan memproduksi empat produk kosmetika di New York. Kini, dengan dukungan 28.000 pegawai di seluruh dunia, nilai penjualan Estee Lauder mencapai US$7 miliar (2007).

Pemimpin yang efektif, menurut William, mampu mengomunikasikan misi dan tujuan dengan cara yang bisa dimengerti oleh mereka yang diajak bicara. Ini mensyaratkan suatu pemahaman bahwa misi dan tujuan adalah suatu rumusan bersama.

“Bukan bersifat direktif dari atas, melainkan datang dari dasar secara kolektif. Jika misi dan tujuan ditetapkan dengan cara ini, maka semua orang akan menuju ke sana karena mereka yakin itu bisa dicapai,” kata William.

Mungkin terkesan aneh kalimat-kalimat seperti itu keluar dari pewaris tahta perusahaan yang sekitar 70% sahamnya dikuasai keluarga Lauder. Tapi, begitulah prinsip kepemimpinan yang dipegang William.

Simaklah bagaimana dia mengilustrasikan struktur dalam grup yang dia pimpin dan kini membawahkan 28 brand terkemuka di dunia. William memakai tamsil herarki kehidupan dalam ekosistem kolam, dan ini selalu dia sampaikan kepada para pegawainya.

“Di dasar kolam ada amuba. Kecebong yang berada pada posisi herarkis lebih tinggi memakan amuba. Selanjutnya, ikan kecil memakan kecebong. Ikan besar memakan ikan kecil. Di atas permukaan kolam ada lalat-lalat; ikan besar memakan lalat-lalat itu juga.”

Konsumen, kata William, adalah lalat-lalat itu. Para petugas penjualan adalah ikan besar, karena mereka yang merepresentasikan brand ke konsumen. Di luar mereka adalah unsur-unsur yang bertanggung jawab untuk memastikan agar ikan-ikan besar memakan sebanyak mungkin lalat, dengan menciptakan brand yang kuat dan “memikat lalat”.

Sebagai pemimpin tertinggi, William menyamakan dirinya dengan amuba di dasar kolam. “Konsumen tidak pernah melihat saya; mereka bahkan tak tahu atau peduli bahwa saya ada. Pekerjaan saya adalah menciptakan lingkungan agar orang-orang bisa membangun brand yang kuat.”

Nilai-nilai yang diuraikan William menyiratkan terpenuhinya unsur-unsur dalam diri seorang pemimpin yang telah mencapai tingkat kepemimpinan ketiga dari lima tingkat yang diperkenalkan pada training ESQ. Kelima tingkat itu merupakan urutan yang harus dilalui setiap pemimpin untuk mencapai tingkat tertinggi.

Tingkat atau tangga pertama adalah pemimpin yang dicintai. Dia pemimpin yang mampu berhubungan secara baik dengan orang lain. Seorang pemimpin tidak bisa hanya menunjukkan prestasi kerjanya, tetapi juga harus mencintai dan dicintai orang lain. Jika tangga ini dilewati, pemimpin itu tidak didukung orang lain, karena mereka tidak menyukainya.

Tangga kedua adalah pemimpin yang dipercaya. Pada tangga ini, pemimpin memiliki integritas tinggi, yakni dengan penuh keberanian dan berusaha tanpa kenal putus asa untuk dapat mencapai apa yang dia cita-citakan. Orang-orang yang dia pimpin melihat komitmennya, sehingga mereka mau mengikutinya.

Tangga selanjutnya adalah pembimbing. Keberhasilan pemimpin tidak dilihat dari luas tidaknya kekuasaan dia, tapi lebih pada kemampuannya memberikan motivasi dan kekuatan pada orang lain. Pada tangga inilah puncak loyalitas pengikutnya akan terbentuk, dan muncul penerus yang loyal.

Pemimpin tingkat empat adalah pemimpin yang berkepribadian. Dia pemimpin yang berhasil memimpin dirinya sendiri, mampu menjelajahi dirinya sendiri, mengenal secara mendalam siapa dirinya sebenarnya.

Pemimpin abadi, tingkat kelima atau tertinggi dalam tangga kepemimpinan. Pengaruh mereka terasa begitu kuat, hingga detik ini tak lekang ditelan zaman. Pengaruh mereka bahkan semakin kuat, meski mereka sudah tidak lagi berada di muka bumi. Cara mereka bisa diterima akal sehat atau logika. Itulah sumber keabadian pengaruh pemimpin terkemuka seperti mereka, para nabi dan rasul.

Jadi Fokus pada kepemimpinan Anda, maka hal itu akan berdampak sangat kuat pada perkembangan dan pertumbuhan usaha Anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: