Emotional Intelligent

14 Jan

Perbincangan tentang kecerdasan emosi saat ini sangat menarik untuk dibahas. Ternyata begitu penting memahami hal ini, karena kecerdasan emosi sangat berpengaruh terhadap perilaku kita. Seringkali orang tidak menyadari akan “keberadaan dirinya “ sebagai apa terhadap lingkungannya. Kedewasaan, kebijaksanaan, ketulusan hati, rasa sosial, keteguhan, dan lain-lain yang kelihatannya maya pada diri kita padahal sesungguhnya adalah nyata bila kita sedang berinteraksi, baik interaksi terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Ya, kegiatan menilai diri sendiri. Patut dilakukan sebelum kita melakukan vonis terhadap orang lain gara-gara kita hanya membenarkan dan mempertahankan kepentingan diri. Artikel ini akan setidaknya membuka wawasan Anda dan semoga menjadi pendorong Anda untuk memahami diri dan cerdas secara emosi.

KESADARAN DIRI SEORANG BINTANG

Goleman menyebutkan bahwa ada tiga kemampuan kesadaran diri yang umumnya dimiliki oleh star performer, yaitu :

  1. Kesadaran Emosi

Kesadaran emosi menunjukkan bagaimana pengaruh emosi terhadap kinerja kita, juga kemampuan menggunakan nilai-nilai pribadi untuk mengarahkan dalam pembuatan keputusan. Dengan kemampuan ini, orang akan :

    1. Mengetahui emosi yang sedang mereka rasakan dan mengapa hal itu terjadi.
    2. Mengetahui bagaimana perasaan mereka yang dapat mempengaruhi aktivitas atau pekerjaan.
    3. Menyadari keterkaitan antara perasaan mereka dengan yang mereka pikirkan, perbuat, dan katakan.
    4. Mempunyai kesadaran yang kemudian menjadi pedoman bagi nilai-nilai dan target/sasaran mereka.
  1. Penilaian Diri Secara Akurat

Ini merupakan sebuah perasaan yang tulus tentang kekuatan-kekuatan dan batas-batas pribadi kita, visi yang jelas (tujuan hidup jangka panjang), tentang mana yang perlu diperbaiki dan kemampuan untuk belajar dari pengalaman. Kelebihan dari penilaian diri ini antara lain :

    1. Sadar mengenai kelemahan dan kekuatannya. Ini tentu saja akan mempengaruhi kita dalam setiap tindakan yang akan kita ambil, karena kita mengetahui kapasitas diri.
    2. Terbuka terhadap umpan balik yang tulus, bersedia menerima perspektif baru, mau terus belajar dan mengembangkan diri.
    3. Menyempatkan diri untuk merenung, belajar dari pengalaman.
    4. Mampu menunjukkan rasa humor dan bersedia memandang diri sendiri dengan perspektif yang luas.
  1. Percaya Diri

Rasa percaya diri merupakan keberanian yang datang dari kepastian tentang kemampuan, nilai-nilai, dan tujuan kita. Kecakapan ini membuat kita :

    1. Berani tampil dengan keyakinan diri, berani mengatakan “keberadaanya” – apa adanya.
    2. Berani menyuarakan pandangan yang tidak populer, dan bersedia berkorban membela kebenaran.
    3. Tegas, mampu membuat keputusan yang baik meskipun dalam keadaan tertekan dan tidak pasti.

LIMA PENGATURAN DIRI STAR PERFORMER

Goleman juga menyebutkan lima kemampuan diri yang umumnya dimiliki oleh star performer. Kemampuan pengaturan / “self management” tersebut adalah :

  1. Pengendalian Diri

Yaitu menjaga agar emosi dan impuls yang merusak tetap terkendali. Orang yang memiliki kecakapan ini akan :

    1. Mengelola dengan baik perasaan-perasaan impulsif dan emosi-emosi yang menekan.
    2. Tetap teguh, “positive thinking”, dan tidak mudah goyah dalam situasi yang paling berat sekalipun.
    3. Berpikir jernih dan tetap fokus meskipun dalam keadaan tertekan.
  1. Dapat Dipercaya

Yaitu menunjukkan kejujuran dan integritas. Orang dengan kecakapan ini :

    1. Bertindak menurut etika dan tidak pernah mempermalukan orang lain.
    2. Membangun kepercayaan dengan kehandalan diri dan otentisitas.
    3. Mengakui kesalahan sendiri dan berani menegur perbuatan orang lain yang tidak baik.
    4. Berpegang teguh terhadap prinsip meskipun akibatnya adalah menjadi tidak disukai.
  1. Berhati-Hati / Kehati-hatian

Yaitu dapat diandalkan dan bertanggung jawab dalam memenuhi kewajiban. Poin-poinnya adalah sbb:

    1. Memenuhi komitmen dan menepati janji.
    2. Bertanggung jawab sendiri untuk memperjuangkan tujuan mereka.
    3. Cermat dan kerja yang terorganisasi.
  1. Adaptabilitas

Adalah keluwesan dalam menangani perubahan dan tantangan. Orang dengan kecakapan ini memiliki kemampuan :

    1. Terampil menangani bermacam kebutuhan, bergesernya prioritas, dan pesatnya perubahan.
    2. Siap mengubah tanggapan dan taktik untuk menyesuaikan diri dengan keadaan.
  1. Inovasi

Aksi terbuka terhadap gagasan-gagasan dan pendekatan-pendekatan baru, serta informasi terkini. Dapat diartikan sebagai, kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka pemecahan masalah dan menemukan peluang. Dengan kecakapan ini, orang dapat :

    1. Mencari gagasan baru dari berbagai sumber.
    2. Mendahulukan solusi-solusi yang orisinil dalam pemecahan masalah.
    3. Menciptakan gagasan-gagasan baru.
    4. Berani mengubah wawasan dan mengambil resiko akibat pemikiran baru mereka.

MOTIVASI STAR PERFORMER

Empat kemampuan motivasi yang dimiliki oleh para star performer menurut Goleman adalah :

  1. Dorongan Berprestasi

Yaitu sebuah dorongan untuk meningkatkan atau memenuhi standar keunggulan. Orang dengan kecakapan ini memiliki kemampuan sebagai berikut :

    1. Berorientasi pada hasil, dengan semangat juang tinggi untuk meraih tujuan dan memenuhi standar.
    2. Menetapkan sasaran yang menantang dan berani mengambil resiko yang telah diperhiungkan.
    3. Mencari informasi sebanyak-banyaknya untuk mengurangi ketidakpastian dan mencari cara yang lebih baik.
    4. Terus belajar untuk meningkatkan kinerja mereka.
  1. Komitmen

Aitu menyelaraskan diri dengan sasaran kelompok atau lembaga. Orang dengan kecakapan ini :

    1. Siap berkorban demi pemenuhan sasaran lembaga yang lebih penting.
    2. Merasakan dorongan semangat dalam misi yang lebih besar.
    3. Menggunakan nilai-nilai kelompok dalam pengambilan keputusan dan penjabaran alternatif (pilihan-pilihan).
    4. Aktif mencari peluang untuk memenuhi misi kelompok.
  1. Inisiatif

Yaitu kesiapan untuk memanfaatkan kesempatan. Kelebihan yang dimiliki orang ini antara lain :

    1. Siap memanfaatkan peluang (baik peluang yang mereka buat maupun peluang eksternal).
    2. Mengejar sasaran lebih daripada yang dipersyaratkan atau diharapkan dari mereka.
    3. Berani melanggar batas-batas dan aturan-aturan yang tidak prinsip (bila perlu) supaya tugas dapat dilaksanakan.
    4. Mengajak orang lain melakukan sesuatu yang tidak lazim dan bernuansa petualangan.
  1. Optimisme

Yaitu kegigihan dalam memperjuangkan sasaran meskipun terdapat halangan dan kegagalan. Sesuatu yang dimiliki orang ini :

    1. Bekerja dengan harapan untuk sukses, bukan untuk takut gagal à(memahami arti kegagalan).
    2. Tekun / ikhtiar dalam mengejar sasaran walau badai menghadang (halangan dan kegagalan).
    3. Memandang kegagalan dan kemunduran sebagai situasi yang dapat dikendalikan ketimbang sebagai kekurangan pribadi.

EMPATI STAR PERFORMER

Goleman mengungkapkan, lima kemampuan empati yang dimiliki oleh star performer adalah :

  1. Memahami Orang lain

Kemampuan ini mengantarkan kita untuk mampu mengindra perasaan-perasaan dan perspektif orang lain, juga menunjukkan minat-minat aktif terhadap kepentingan-kepentingan mereka. Orang dengan kecakapan ini :

    1. Mampu mendengar dan memperhatikan isyarat-isyarat emosi dengan baik.
    2. Menunjukkan kepekaan dan pemahaman terhadap perspektif orang lain.
    3. Membantu berdasarkan pemahaman terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain.
  1. Mengembangkan Orang Lain

Yaitu mengindra kebutuhan orang lain untuk perkembangan dan meningkatkan kemampuan mereka. Orang dengan kecakapan ini :

    1. Mengakui dan menghargai kekuatan, perkembangan, serta keberhasilan orang lain.
    2. Menawarkan umpan balik yang bermanfaat dan mengidentifikasi kebutuhan orang lain untuk berkembang.
    3. Menjadi mentor, memberikan pelatihan pada waktu yang tepat, serta penugasan-penugasan yang menantang, memaksakan dikerahkannya keterampilan seseorang.
  1. Orientasi Pelayanan

Mengantisipasi, mengakui, dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan (pelanggan/anggota organisasi/orang lain). Orang dengan kecakapan ini akan :

    1. Memahami kebutuhan-kebutuhan pelanggan/orang lain dan menyesuaikan semua itu dengan pelayanan atau produk/sesuatu yang tersedia.
    2. Mencari berbagai cara untuk meningkatkan kepuasan dan kesetiaan pelanggan/ orang lain.
    3. Menawarkan bantuan yang sesuai dengan senang hati.
    4. Menghayati perspektif pelanggan/orang lain, bertindak sebagai penasehat yang dapat dipercaya.
  1. Memanfaatkan Keragaman

Menumbuhkan kesempatan-kesempatan melalui keragaman terhadap orang banyak. Orang dengan kecakapan ini akan :

    1. Menghormati dan tidak pilih kasih dalam bergaul.
    2. Memahami beragamnya pandangan dan peka terhadap perbedaan antar golongan.
    3. Melihat keberagaman sebagai sebuah peluang, menciptakan lingkungan yang memungkinkan semua orang untuk maju bersama meskipun dengan latar yang berbeda.
  1. Kesadaran Politik

Yaitu membaca kecenderungan sosial politik yang sedang berkembang. Orang dengan kecakapan ini mempunyai kemampuan :

    1. Membaca dengan cermat hubungan kekuasaan yang pailing tinggi.
    2. Mengenal dengan baik semua jaringan sosial yang penting.
    3. Memahami kekuatan-kekuatan yang pandangan-pandangan serta tindakan-tingkatan klien, pelanggan, atau pesaing.
    4. Membaca dengan cermat realitas lembaga maupun realitas dari luar.

KETERAMPILAN SOSIAL STAR PERFOMER

Menurut Goleman, lima kecakapan empati yang umumnya dimiliki oleh para star performer adalah :

  1. Pengaruh

Yaitu terampil menggunakan perangkat persuasi secara efektif. Orang dengan kecakapan ini :

    1. Terampil dalam persuasi.
    2. Menyesuaikan presentasi untuk menarik hati pendengar.
    3. Menggunakan strategi yang rumit (contoh : memberi pengaruh tidak langsung untuk membangun konsensus dan dukungan).
    4. Memadukan dan menyelaraskan peristiwa-peristiwa dramatis agar menghasilkan sesuatu secara efektif.
  1. Komunikasi

Yaitu mendengarkan secara terbuka dan mengirimkan pesan yang meyakinkan. Kemampuan yang dimiliki orang dengan kecakapan ini adalah :

    1. Mampu menghadapi masalah-masalah sulit tanpa ditunda-tunda.
    2. Efektif dalam memberi dan menerima, menyertakan isyarat emosi dalam pesan-pesan mereka.
    3. Berusaha saling memahami, mendengarkan dengan baik, dan bersedia berbagi informasi secara utuh.
    4. Menggalakkan komunikasi terbuka dan tetap bersedia menerima kabar buruk sebagaimana kabar baik.

  1. Manajemen Konflik

Manajemen konflik dilakukan dengan merundingkan dan menyelesaikan perbedaan/ketidaksepakatan. Orang dengan kecakapan ini mempunyai kemampuan :

    1. Menangani orang-orang sulit dan situasi tegang dengan taktik dan diplomasi.
    2. Mengidentifikasi hal-hal yang berpotensi menjadi konflik, menyelesaikan perbedaan secara terbuka, dan membantu mendinginkan situasi.
    3. Mengantar ke solusi menang-menang (win-win solution).
    4. Menganjurkan diskusi dan debat secara terbuka.
  1. Kepemimpinan

Ialah membimbing dan mengilhami individu maupun kelompok. Kelebihan yang dimiliki :

    1. Mengartikulasikan dan membangkitkan semangat untuk meraih visi serta misi bersama.
    2. Melangkah di depan untuk memimpin bila diperlukan, dalam keadaan apapun.
    3. Memandu kinerja orang lain namun tetap memberikan tanggung jawab (pendelegasian) kepada mereka.
    4. Memimpin dengan teladan.
  1. Katalisator Perubahan

Yaitu mengawali atau mengelola perubahan. Orang dengan kecakapan ini memiliki kelebihan :

    1. Menyadari perlunya perubahan dan dihilangkannya hambatan.
    2. Menjadi pelopor perubahan dan mengajak orang lain ke dalam perjuangan itu.
    3. Membuat model perubahan seperti yang diharapkan orang lain.

Demikianlah bahwa kemampuan manajemen emosi kita perlu diasah sebagaimana mestinya, untuk membentuk pribadi yang tangguh, yang tidak hanya mengandalkan intensitas IQ saja. Ada baiknya jika kita mampu mengkombinasikan Kecerdasan Emosi, Kecerdasan Intelektual, dan Kecerdasan Spiritual.Sumber : http://suryantara.wordpress.com/2007/06/20/emotional-intelligent/

4 Tanggapan to “Emotional Intelligent”

  1. nawa 17 Januari 2009 pada 9:12 am #

    emosi sering tak terkontrol sedangkan untuk ngebalancekan antara kecerdasan intelektual n kecerdasan spiritual mungkin agak sulit bagi orang seperti saya terus bagaimana solusinya ?

  2. kangoyot 17 Januari 2009 pada 9:45 am #

    Hal pertama yang perlu di mengerti akan “hasil-hasil” yang “nampak” seperti pewujutan atas kecerdasan emosional maupun kecerdasan spiritual adalah adanya sesuatu proses yang mandasari pewujutan itu. Proses itu harus berlangsung terus menerus dan menaiki tahap demi tahap yang semakin besar dan luas. Proses dimulai dari adanya keinginan/kesadaran/ide yang merupakan awal tindakan sadar kita. Setelah itu ia akan mewujud dalam tindakan dalam arti nyata yang berupa respons kita atas stimulus-stimulus yang berlangsung dalam ruang lingkup hidup kita. Setiap pilihan respons kita (dalam hal ini diharapkan respons tersebut adalah respons positif) yang merupakan tindakan/sikap kita harus terus diulang-ulang saat menjumpai situasi/konsidi seperti dalam stimulus awalnya. disini dimaksudkan untuk melatih suatu kharakter atau sikap tertentu (yang positif tentunya) agar tindakan-tindakan yang diulang tersebut menjadi sebuah kebiasaan. dan kebiasaan kebiasaan yang positif (menyangkut sikap, respons internal maupun eksternal) tersebut terus dijaga hingga menjadi kharakter atas kebiasaan yang dilakukan tersebut. Kharakter yang diperkuat atinya kharakter yang dijaga eksistensinya akan mewujudkan sebuah takdir diri kita atas pilihan sikap, tindakan, kebiasaan,kharakter yang dilatih tersebut.
    Dari konsep dasar diatas, kita dapat mengaplikasikan kepada hal yang lebih spesifik seperti upaya untuk melatih kecerdasan emosional maupun spiritual kita. Salah satu contoh kecerdasan emosional kita adalah mampu bersikap sabar dan toleran terhadap orang lain terkait dengan kelebihan dan kekurangannya. Maka, bila saat ini kita merasakan/membaca diri belum mampu untuk bersikap seperti itu, kita bisa melatihnya dengan pola konsep diatas. Dimana pada saat kita mendapati kondisi / situasi dimana secara sengaja atau tidak sengaja kita mendapati, situasi sejenis (dalam contoh) kita dengan sadar menetapkan pilihan sikap untuk bersabar dan melatihnya, hingga dilakukan berulang ulang akan menjadi kebiasaan kita yang selanjutny akan menjadi kharakter kita yang selanjutny tetap dijaga hingga menjadi sebuah kharakter yang kuat.
    mudah-mudahan membantu. Ada yang ingin menambahkan?

  3. arief 21 Januari 2009 pada 2:19 pm #

    dari memperkuat karakter diri yang terdiri dari pilihan atas sikap dan tindakan sebagai wujud sebuah takdir, apa yang selanjutnya dapat terjadi.

  4. kangoyot 21 Januari 2009 pada 5:50 pm #

    Sebelumnya, saya ucapkan terima kasih telah mengunjungi website ini.
    Saat semua pilihan-pilihan sikap, tindakan kita yang secara sadar kita merasa bertanggung jawab atasnya (Responsibility), padanya kita telah mengetahui tujuan-tujuan dari masing-masing alasan sikap dan tindakan kita yang tentunya berdasarkan nilai-nilai yang kita gunakan.
    Saat kharakter yang kita bentuk/bangun secara sadar kita pertahankan eksistensinya dan diperkuat hingga akhir hidupnya, maka kharakter tersebut telah melekat padanya, maka dapat disebut itu merupakan takdirnya. Lalu apa selanjutnya yang terjadi?
    Pertanyaan inilah sebenarnya pertanyaan kunci saat kita menentukan pilihan-pilihan sikap/tindakan yang akan kita latih sebagai sebuah kebiasaan, lalu menjadi sebuah kharakter.
    Ini sangat terkait dengan nilai-nilai dan tujuan masing-masing pribadi yang melakukan pelatihan diri dalam mengembangkan kharakter-kharakternya. Ingin menjadi APA atau SEPERTI APA yang ia inginkan sesungguhnya. semoga membantu… ada yang ingin menambahkan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: