GAYA KEPEMIMPINAN DAN PENGARUHNYA

14 Jan

Dalam dunia Leadership, sering kita dengar mengenai gaya-gaya kepemimpinan. Style of Leadership. Disini saya ingin memberikan gambaran mengenai beberapa leadership style dari salah satu referensi dalam Strategic Leadership. Salah satu faktor pembentuk Leadership style adalah Emotional Intelligent (EI) seseorang. Dari kecenderungan EI tertentu maka akan membentuk perilaku tertentu. Saya rasa setiap orang punya kecenderungan EI sendiri-sendiri dan ini mungkin bisa disebut “Gawan Bayi”.

Tujuan utama seorang Pemimpin memahami Leadership Style adalah supaya kepempinan dia efektif. Efektif di sini harus ada indikatornya. Yang paling mudah adalah “Financial Performance”. Namun ini bukan satu-satunya indikator yang valid. Perlu diperdalam dengan indikator lainnya. Dari Leadership Style ini akan memberikan dampak yang berbeda-beda. Atmosphere perusahaan yang tercipta pun akan lain-lain. Pengaruh leadership style terhadap lingkungan perusahaan disebut “Climate”. Aspek-aspek dalam climate ada berbagai hal : Flexibility, Responsibility, Reward, Clarity dan Commitment. Karena saya belum banyak belajar tentang faktor-faktor climate secara spesifik maka saya jelaskan saja pengaruh climate secara general terhadap environment organisasi.

Ada 6 Leadership Style :

Coercive Style (Do What I Tell You!)
1. Kata mudahnya adalah suka nyuruh
2. Ini style yang kurang direkomendasikan karena Climate Effect nya : Negative
3. Gaya ini akan mematikan inovasi dan kreasi orang
4. Meskipun negatif ini bisa saja pas untuk : ketika perusahaan sedang krisis (extreme), menghadapi business habit yang buruk, menghadapi problem people
5. Sebaiknya tidak digunakan untuk long term, karena akan menghancurkan image si pemimpin karena tidak disukai

Authoritative Style (Come With Me…)
1. Pada umumnya gaya ini cocok untuk any business situation dan most recommended
2. Climate yang terbentuk : Strongly Positive
3. Ini tipe yang mobilize people toward a vision
4. Dia mencoba memberikan pemahaman yang kuat ke karyawan bahwa antara hubungan pekerjaaan yang dia lakukan dengan visi perusahaan adalah selaras. Karyawan untung, perusahaan untung
5. Let people devise their own way (biarkan karyawan mencari cara yang terbaik untuk diri mereka sendiri)
6. Meskipun ini yang dianggap terbaik, perlu diperhatikan bahwa ini kurang pas kalau dia bekerja dengan orang expert. Karena dianggap atasan kurang kredible dan membiarkan anak buah tanpa arahan

Affiliate Style (People Come First)
1. Ini tipe yang berusaha membangun ikatan (bond) yang kuat antara dirinya dengan karyawan
2. Berupaya menciptkan sense of belonging karyawan terhadap perusahaan dan akan bagus untuk membangun loyalty
3. Menciptakan suasana trust one another
4. Bisa digunakan untuk motivate people during stressful moment. Misalkan ketika sebelumnya dipimpin oleh seorang pemimpin yang ditaktor atau coercive , maka diperlukan gaya kepemimpinan yang dekat dengan karyawan untuk membangun hubungan emosional
5. Disini umumnya dilakukan oleh Leader yang memiliki Emotional Intelligent dalam hal Communication dan Building Relationship yang tinggi
6. Climate yang terbentuk : Positive

Democratic Style (What Do You Think)
1. Ini tipe yang mau meluangkan waktu (spending time) untuk mendengarkan orang lain
2. Dia berusaha untuk menggali pendapat dan masukan dari karyawan (Kalau menurun anda bagaimana….)
3. Create concensous through participant
4. Harus hati-hati juga jika digunakan dalam situasi pengambilan keputusan yang segera maka gaya ini kurang pas
5. Kekurangan (drawback) nya adalah : meningkatkan (escalate) conflict, bisa terkesan leaderless, dan bisa jadi nanti malah endless meeting
6. Climate yang terbentuk : Positive
7. Pemimpin yang menggunakan gaya ini perlu EI yang kuat dalam hal : communication, team ledership, collaboration

Pacesetting Style (Do As I Do, Now)
1. Ini bisa dibilang tipe Idealis/Perfectionis
2. Dia menganggap orang lain mampu seperti dirinya
3. Biasanya dia set high standar for performance (standar tinggi)
4. Bisa cocok ketika mengharapkan quick result dan karyawan harus highly motivated dan sangat kompeten
5. Kalau karyawan bilang tidak mampu maka jawaban dia “Berarti aku menempatkan orang yang salah…and you Fired hehe”
6. Climate yang terbentuk : Negative

Coaching Style (Try this…)
1. Tujuan dia adalah develop people for future
2. Dia berusaha membantu dan membimbing karyawan untuk perbaikan
3. Style ini akan bagus untuk tujuan jangka panjang
4. Gaya ini akan work when employee already aware of their weakness and would like to improve (memang ingin berubah). Kalau sudah tipe gak mau diajari maka tidak akan efektif
5. Problem dari style ini adalah menyita waktu
6. Climate yang terbentu : Positive

Nah dari ulasan berbagai Leadership Style kita bisa ambil beberapa yang memberikan dampat (climate) positif yaitu : Authoritative, Affiliative, Democratic dan Coaching. Satu hal lagi yang sangat penting adalah kita tidak bisa hanya memanfaatkan satu Style untuk menciptakan kepemimpinan yang efektif. Perlu kombinasi dari beberapa. Lebih bagus lagi bisa menguasai semuanya. Kalau menguasai 6 gaya tersebut maka Dia sudah mencapai Ilmu Tertinggi Strategic Leadership. Kalau dalam film dia adalah seoarang Avatar yang mampu mengusai semua unsur kekuatan (earth, fire, water, air). Jadi ingin posting cerita tentang Aang The Last Air Bender hehe. Btw saya mengikuti film ini dengan beli DVD nya, habis kalau nonton di TV dikit-dikit iklan dan sering miss episode nya.

Ada suggestion kalau kita tidak mampu menguasai semuanya : 1. Menambah perbendaharaan (repertory), 2. membangun team dimana emotional intelligent anggota nya saling melengkapi.

Sumber : http://tips-trik-marketing.blogspot.com/2008/07/gaya-kepemimpinan-dan-pengaruhnya.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: