Terima Kasih, Ibu…

11 Nov

Ibu…
Bila kudengar dan kusebut nama mu… ada rasa yang berkecamuk di rongga dada ini, antara kerinduan tuk selalu ada didekatmu disampingmu, rasa haru dan bangga dengan semua perjuanganmu, rasa kasih yang selalu menggelorakan hati sebagai pancaran kasih yang senantiasa engkau hadirkan di kalbumu. Rasa sesal yang mendesak desakkan air mata atas semua kenakalan dan kekurangajaran kami padamu namun engkau selalu lapangkan hati menerima dan memaafkan semua itu.

Ibu…
Bila ingat semua tentang mu, cinta, kasih sayang, pengabdian pada keluarga, perjuangan, dan tanggung jawab yang engkau gelarkan pada kami anak-anakmu, rasanya berjuta terima kasih tak kan pernah cukup menjadi balasan. Kami tahu benar, engkau tidak pernah memikirkan sekecil apapun keinginan mendapatkan balasan semua itu. Namun ibu, ijinkan kami ucapkan kalimat yang meski engkau mungkin tidak menginginkan terucap dari mulut kami… Ibu, Terima kasih.. Terima kasih atas semuanya…

Ibu…
Ijinkan kami senandungkan syair lagu tentangmu…
sebagai pengingat kami, akanmu…

=============================
Ribuan kilo, jalan yang kau tempuh
Lewati Rintangan, untuk aku anakmu…
Ibuku sayang, masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah penuh nanah
Seperti udara, kasih kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas, Ibu… Ibu..

Ingin ku dekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas, Ibu… Ibu…

Tak Sanggup ku membalas, Ibu… Ibu…
===========================

Masih… begitu jelas dipelupuk mata kami, Engkau mengajarkan arti tanggung jawab, dan sekaligus kau didik kami menjalaninya. Engkau berikan kami semua, anak-anakmu, tanggung jawab pada pekerjaan rumah, yang juga mengajarkan banyak hal dan arti dalam kehidupan kami. Terima kasih Ibu… atas semua ini…
Masih… jelas terbayang di pelupuk mata kami, Engkau jalani malam-malam tanpa tidur, demi menyelesaikan pekerjaanmu, demi menafkahi kami, agar kelak kami memiliki masa depan yang lebih baik… Terima kasih, Ibu…
Masih…  jelas di pelupuk mata kami, Engkau mengajarkan kami shalat, dan kau antarkan kami ke surau disaat kami tidak lagi belajar mengaji… Terima kasih, Ibu…
Masih… Masih… dan masih banyak lagi frame demi frame kehidupan yang kami jalani, hampir semuanya terikat denganmu… doamu, setiap malam selalu membasuhi jiwa kami, anak-anakmu untuk bisa saling mengasihi… Sungguh kami merasa bangga memiliki sosok ibu seperti mu, Terima kasih, Ibu..

Ibu…

Maafkan kami, anak-anakmu, bila belum mampu sepenuhnya mencerna dan memaknai setiap pengajaranmu pada kami. Maafkan kami yang belum mampu membalas kebaikanmu meski kami tahu engkau tak berharap akan hal itu, meski kami pun takkan sanggup membalasnya, hanya saja, kami sangat ingin …

Ya Ilahi…
Yang menguasai setiap jiwa, Yang Menguasai setiap kejadian…
Kami mohon kepada Mu, Jagalah Ibu Bapak kami, Ampunilah dosa-dosanya,
yang lalu maupun yang akan datang, yang tampak maupun yang tersembunyi,
yang disengaja maupun tak disengaja.
Kasihanilah mereka sebagaimana mereka mengasihi dan menyayangi kami sewaktu kecil,
dan jauhkanlah kami dari api neraka…
Ya Ilahi…
Sampaikan shalawat dan salam kami kepada Nabi Muhammad SAW,
penutup para nabi, dan pembawa risalah terakhir Mu.
ya Ilahi, Jadikan shalawat ini sebagai syafaat dan penolong bagi kedua ibu bapak kami
ya Ilahi, jadikan setiap kebaikan yang kami buat, yang semuanya adalah dari Mu, juga
menjadi kebaikan bagi kedua ibu bapak kami…
Tiada daya dan upaya melainkan dengan ijin Mu Wahai yang Maha Tinggi lagi Maha Agung

Satu Tanggapan to “Terima Kasih, Ibu…”

  1. Suhari 6 November 2010 pada 6:13 pm #

    Ibu adalah segalanya dan perpanjangan lidah dari Tuhan. Setuju??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: