Representational System

11 Mar

Ketika kita mengalami suatu pengalaman tertentu secara bersamaan kita telah menerima semua informasi yang ada dari luar diri kita (dunia eksternal) melalui kemampuan penginderaan kita. Sebagai contoh ketika sedang berada di salah satu rumah makan, kita bisa melihat menu makanan, meja yang berada di hadapan kita, dan orang-orang di sekeliling kita. Kita juga dapat mengenali suara orang yang sedang bercakap-cakap, sapaan dari penyaji makanan, atau suara kursi yang sedang ditarik oleh seseorang. Boleh dikatakan di saat yang bersamaan semua indera kita mulai dari apa yang kita lihat, apa yang kita dengar, apa yang kita rasakan, apa yang kita bau/cium, apa yang kita cecap telah menerima informasi dari pengalaman tersebut.

Sesuatu yang kita tangkap dari dunia di luar diri kita (dunia eksternal) melalui sistim penginderaan kita itulah di dalam NLP disebut sebagai Modalities (Modalitas) yang secara sederhana dapat dikategorikan menjadi :

  • Visual – penglihatan
  • Auditori – pendengaran
  • Kinestetik – perabaan
  • Olfactory – penciuman
  • Gustatory – pencecapan

Dari kelima indera inilah pengalaman akan diproses melalui sistem neurologis di dalam pikiran kita untuk menjadi sebuah representasi internal (map) tentang dunia eksternal kita. Proses bekerjanya sistem inilah yang disebut dengan Representational System.

Akan tetapi tidak semua pengalaman tersebut dapat secara lengkap kita terima mengingat keterbatasan indra kita dalam merespon informasi-informasi yang ada. Sehingga boleh dikatakan bahwa kita hampir tidak pernah mampu menjadikan dunia internal kita menjadi selengkap dunia eksternal yang sesungguhnya.

Primary System

Meskipun pengalaman yang dialami oleh seseorang mampu untuk diterima oleh kelima indranya namun dalam kenyataannya terkadang seseorang lebih memilih kepekaan salah satu dari indera yang dimilikinya. Ada orang yang merepresentasikan ulang suatu pengalaman dengan memilih untuk berpikir melalui gambaran, ada yang memilih menggunakan suara bahkan mungkin perasaan (apa yang dirasa). Kecenderungan seseorang dalam mem-favoritkan salah satu kemampuan indrawinya yang paling utama dalam merespresetasikan sebuah pengalaman inilah yang disebut dengan Primary System.

Predicates

Ketika seseorang sedang melakukan komunikasi secara verbal dapat dipastikan bahwa setiap kalimat yang diucapkannya tidaklah sepenuhnya disadari. Namun demikian justru dari apa yang diucapkannya menunjukkan bahwa orang tersebut sedang merepresentasikan ulang atas dunia internal yang dimilikinya melalui pilihan katanya.

Beberapa mungkin mengatakan sebagai berikut :

Masa depanya begitu cemerlang

Begitu berat jalan hidup yang dilaluinya.

Kata cemerlang sesungguhnya mewakili dari representasi Visual (penglihatan) sedangkan kata berat mewakili dari representasi Kinestetik (berkaitan dengan apa yang dirasa).

Dengan mengenali predikat atas apa yang diucakan orang lain dapat membantu kita untuk lebih mengenali dunia internalnya yang selanjutnya dapat digunakan untuk melakukan bentuk hubungan komunikasi yang lebih mutual.

Pilihan kata tertentu yang cenderung lebih banyak digunakan oleh seseorang dalam merepresentasikan ulang sebuah informasi atau pengalaman itulah yang disebut dengan Predicate (Predikat).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: